Jumat, 02 Desember 2011

Tulisan 2

Franchasing/waralaba 

Franchasing/waralaba tumbuh pesat di Indonesia, terutama di Ibukota. Di setiap jalan di Ibukota bermunculan beraneka ragam usaha waralaba.seperti kebab turki, es teler 77, KFC, Mc Donald Dll. Tak hanya waralaba asing, waralaba dalam negeri pun mulai bersaing. Salah satunya es teler 77 yang mampu bersaing dengan waralaba asing dan berkembang hingga mancanegara.

Es Teler 77

Es Teler adalah jenis minuman dingin berupa buah-buahan segar – nangka, alpukat dan kelapa, dengan racikan sirup istimewa yang membuat minuman ini asyik untuk dinikmati, namun di es teler 77 tidak hanya tersedia es teler saja namun juga makanan khas Indonesia lainnya.

 

Awal Mula dan Perkembangan Es Teler 77

Pada tahun 1981, seorang Ibu bernama Murniati Widjaja memenangkan lomba membuat Es Teler di Jakarta. Bermula dari lomba inilah, timbul sebuah gagasan untuk membuka warung tenda sederhana di pelataran teras sebuah pertokoan (Duta Merlin, sekarang Carrefour Harmony) di kawasan Jakarta Pusat.
Warung sederhana dengan nama Es Teler 77 ini merupakan usaha keluarga yang ditangani langsung oleh Ibu Murniati sendiri bersama suaminya Trisno Budijanto, anak dan mantunya, Yenny Setia Widjaja dan Sukyatno Nugroho.
Pada tahun 1987, Sukyatno Nugroho mewaralabakan Es Teler 77 yang dengan ini merupakan usaha makanan cepat saji asli Indonesia pertama yang menerapkan sistem waralaba.
Mengikuti perkembangan tren gaya hidup, pada tahun 1994, seluruh gerai Es Teler 77 dipindahkan dari kios ke mal dan plasa. Kehadiran Es Teler 77 di arena pusat perbelanjaan modern ini memperluas wawasan kuliner Indonesia, di mana Es Teler 77 memperkenalkan konsep makanan cepat saji (fastfood) yang menyajikan makanan dan minuman jajanan populer Indonesia.
Setelah hampir tiga dasawarsa, Es Teler 77 terus berkembang dengan menyajikan produk makanan dan minuman dengan resep orisinil yang bermutu dan berkualitas kepada pelanggan di pelosok Indonesia dan juga mancanegara.
Dengan 180 gerai yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia, Es Teler 77 bukan hanya meningkatkan citra makanan Indonesia di negeri sendiri tetapi juga memperkenalkan makanan Indonesia ke mancanegara. Saat ini Es Teler 77 dapat dikunjungi di Singapura, Malaysia dan Melbourne (Australia).

Kiat Sukses Es Teler 77

Bersamaan dengan perkembangan bisnisnya, pada tahun 2007 Sukyatno kembali ke hadapan Yang Maha Esa. Kesederhanaan dan kerjakerasnya dalam mengembangkan usaha, kini dilanjutkan oleh salah satu anaknya yaitu Andrew Nugroho selaku direktur PT. Top Food Indonesia. Berkat komitmen para pengelola bisnis ini, sekalipun menghadapi persaingan dagang yang cukup ketat dengan bisnis franchise makanan asing maupun franchise lokal yang saat ini banyak bermunculan. Es teller 77 terus berusaha untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi para konsumennya. Ini dibuktikan dengan adanya inovasi baru dari es teler 77 yang mengenalkan menu makanan terbarunya antara lain gado – gado, rujak buah, mie kangkung, dan nasi goreng buntut. Andrew sengaja mempertahankan menu tradisional yang tidak asing bagi lidah orang Indonesia, agar masyarakat yang masuk pertokoan masih bisa menemukan menu tradisional yang mereka gemari.
Disamping itu untuk meningkatkan loyalitas konsumen terhadap es teler 77, Andrew juga memberikan fasilitas kartu member bagi para pelanggannya. Dengan kartu klub juara yang diluncurkannya, pelanggan berhak memperoleh diskon makanan dan minuman yang ada di seluruh gerai es teler 77.
Atas kerjakeras dan perjuangan keluarga Sukyatno dalam mengembangkan bisnisnya, berbagai penghargaan pun pernah diterimanya. Kesuksesan es teller 77 dalam mengembangkan bisnis franchisenya, menjadi motivasi besar bagi semua orang. Semoga kisah profil pengusaha sukses es teler 77, dapat menjadi inspirasi bagi calon pengusaha maupun para pengusaha yang sedang merintis bisnisnya. Salam sukses.
Setiap usaha harus diperjuangkan dengan ketekunan karena jika tidak, kita akan dimanfaatkan oleh pihak luar yang mau memanfaatkan sumber daya di Indonesia. Serta mau tidak mau pemerintah harus mendukung untuk mempertahankan usaha/bisnis-bisnis lokal seperti Es Teler 77 sebagai contoh usaha tradisional yang dapat bertahan di era globalisasi,” ujar Ketua Asosiasi Franchise Indonesia Anang Sukandar yang turut hadir dalam peresmian Menara Top Food. (Kompas.com)
Terakhir penulis ingin menyampaikan bahwa es teler 77 merupakan bukti bahwa “Indonesia bisa” bersaing dengan produk asing dan aneka ragam budaya, pakaian dan makanan khas Indonesia merupakan kekayaan tersendiri bagi Indonesia yang tidak dimiliki negara lain. Maju Terus Indonesia dengan berbagai inspirasi dan kreatifitas yang tinggi.

 

Keuntungan Franchising bagi pemilik

  • Memperoleh program pelatihan yang terstruktur dari franchisor
  • Memperoleh insentif memiliki bisnis sendiri dengan bantuan manajemen secara terus menerus.
  • Mendapat keuntungan dari kegiatan operasioanal di bawah nama dagang yang telah mapan di masyarakat.
  • Membutuhkan modal yang lebih kecil.
  • Resiko bisnis relatif kecil.
  • Memperoleh dukungan riset dan pengembangan dari franchisor:
  • Mendapat dukungan untuk akses kesumber-sumber pinjaman modal.

 

Dampak Positif dan Negatif Franchising/Waralaba

Dampak positifnya yang pertama, membantu mengurangi jumlah pengangguran. Kedua, pemasukan devisa bertambah seiring ekspansi waralaba lokal yang sekarang sudah merambah ke luar negeri. Ketiga, ketahanan ekonomi juga terbantu. Sebab, mau krisis atau tidak, waralaba tetap bisa eksis. Terbukti sejak tahun 1990-an, meski dihantam krisis, waralaba tetap jalan, bahkan berkembang pesat setelah itu.
Sementara dampak negatifnya, kalau dijalankan dengan benar tidak akan ada. Untuk itu, semua pihak perlu bekerja sama mengawasi jalannya peraturan yang ada, baik itu pemerintah, pihak asosiasi, maupun para franchisor dan franchisee.
Saat ini, waralaba sudah menjadi trademark bagi bisnis yang ingin dapat uang secara cepat dan mudah. Alhasil, banyak orang berlomba-lomba terjun ke bidang ini. Yang dikhawatirkan adalah ikutnya orang-orang yang tidak bertanggung jawab dalam arena waralaba. Beberapa MLM ada yang telah mengubah namanya menjadi personal franchise.
Jadi, yang membuat dampak negatif itu jika sistem waralabanya belum baku. Antisipasinya adalah penerapan aturan yang tegas dan kode etik yang seharusnya dikendalikan oleh pemerintah serta asosiasi.
Sumber :
http://herutyoredjosemito.blog.com/2011/11/20/tulisan2/

Jumat, 11 November 2011

Tulisan 1

MEMBANGUN PERUSAHAAN

Cara-cara membangun perusahaan ada tiga,yaitu:
  1. Membeli peruahaan yanng telah dibangun
  2. Memulai perusahaan baru
  3. Membeli Hak Lisensi (Franchising/Waralaba
  • Membeli perusahaan yang telah dibangun
Membeli perusahaan yang telah dibangun dapat memberikan sejumlah keuntungan bagi pihak pengambil alih seperti terkait dengan lokasi perusahaan, evaluasi kinerja perusahaan, efisiensi usaha/waktu, maupun efisiensi dalam biaya pendirian.
Pada umumnya, seseorang lebih memilih membeli perusahaan yang telah dibangun daripada membangun perusahaan baru karena mereka sudah berpengalaman dan berdasarkan fakta yang ada dirasakan bahwa lokasi perusahaan telah terjamin dan menguntungkan. Jadi, menghemat biaya yang seharusnya dikeluarkan untuk kelayakan lokasi.
Dalam kaitannya dengan pengambilalihan atas pertimbangan kinerja perusahaan, tentunya pihak pengambil alih telah memperhitungkan kemampuan perusahaan atas dasar catatan-catatan pelaksanaan yang nyata yang dipelajari sehingga dapat dilakukan penilaian tentang kesehatan perusahaan (misalnya catatan mengenai utang pajak, laporan keuangan yang diaudit, pembukuan penjualan, urusan dengan pengadilan, dan sebagainya).
Dengan mengambil alih perusahaan yang telah dibangun, berarti telah tersedia modal, teknologi, tenaga kerja, dan bahkan pelanggan. Bilamana ketersediaan semua itu disertai dengan kemampuan yang memadai, maka pelaksanaan operasi produksi dapat langsung dijalankan sesegera mungkin setelah pengambilalihan selesai. Dalam hal ini pihak pengambil alih tidak perlu lagi menunggu modal dan peralatan untuk memulai operasi seperti halnya pada perusahaan yang baru dibangun.
Biasanya, suatu perusahaan tersebut dijual karena pemiliknya ingin mengundurkan diri atau karena suatu kebutuhan mendesak. Pada kasus-kasus seperti ini, biasanya harga yang ditawarkan relatif lebih murah, sehingga pengambilalihan dapat berarti suatu penghematan.
Contoh : Wom Vinance, Aca Asuransi, PT Adira Dinamika Multifinance, dll.

  • Memulai Perusahaan Baru
Memulai perusahaan baru merupakan upaya yang menguntungkan bila tak ada kemungkinan membeli perusahaan yang sudah dibangun atau pembelian perusahaan yang sudah ada itu di perhitungkan tidak menguntungkan (karena perusahaan yang akan di ambil alih dinilai tidak sehat, operasionalnya tidak efisien, pasarnya tidak memadai, pekerjaannya tidak kompeten, peralatan dan teknologinya sudah ketinggalan zaman, dan sebagainya).
Pembuatan perusahaan baru memungkinkan pemilik untuk memilih lokasi, seleksi dalam rekrutmen tenaga kerja, pemilihan merek dagang, teknologi, jenis peralatan, dan sebagainya. Dengan cara ini, efisiensi operasional yang baru dapat dicapai setelah beberapa waktu mendatang. Tetapi, dengan tenaga dan semangat baru, diharapkan hasil yang dicapai akan lebih baik.
Contoh : Hotel Hilton atau Hotel Sultan, General Electric, IBM, PT Astra International Tbk, dll. 

  • Membeli Hak Lisensi (Franchising/Waralaba)
Pembelian hak lisensi (franchising) dapat merupakan suatu keuntungan tersendiri karena adanya kerjasama antara si pembeli hak lisensi (franchisee) dengan pihak yang hak lisensinya di beli (franchisor). Dalam franchising terjadi hubungan bisnis yang berkesinambungan antara franchisee dengan franchisor. Franchising merupakan suatu persatuan lisensi menurut hukum antara suatu pabrik (manufakturing) atau perusahaan yang menyelenggarakan, dengan penyalur (dealer) untuk melaksanakan kegiatan. Dengan franchising, perusahaan seolah-olah menjadi bagian dari suatu rangkaian yang besar, lengkap dengan nama, produk merek dagang, dan prosedur penyelenggaraan standar.
Sistem waralaba (franchising) sendiri dimulai dengan apa yang disebut "Product Franchise" (waralaba produk),yang lebih merupakan suatu keagenan seperti keagenan Mesin Jahit Singer, Keagenan Sepatu Bata, dan sebagainya. Pada perkembangan selanjutnya, waralaba produk ini kemudian populer melalui "Bussiness Format Franchising" (sistem waralaba format usaha).
Contoh : Holland Bakery, Es Teller 77, KFC, Texas Fried Chicken, Hard Rock Cafe, Pizza Hut, Coca Cola, Ayam Goreng Ny. Suharti, dll.


Sumber : Pengantar Bisnis ( M. Fuad, Christine H, Nurlela, Sugiarto, Paulus Y.E.F ).

Selasa, 18 Oktober 2011

Tugas 4

Tanggung Jawab Sosial Suatu Bisnis

Benturan dengan kepentingan masyarakat
Dalam menunaikan tanggung jawab sosial, perusahaan dituntut untuk mengindahkan etika bisnis.

Hal – hal pendorong dilaksanakannya etika bisnis :
1.   Dorongan dari pihak luar, dari lingkungan masyarakat.
2.   Dorongan dari dalam bisnis itu sendiri, sisi humanisme pebisnis yang melibatkan rasa, karsa dan karya.

Tanggung Jawab Sosial (Social Respontibility)
Etika mempengaruhi perilaku pribadi dilingkungan kerja atua suatu usaha bisnis untuk menyeimbangi komitmennya terhadap kelompok dan individu dalam lingkungannya
Contohnya : bertanggung jawab terhadap investor untuk memaksimalkan profit karyawan, konsumen dan bisnis lain.

Benturan dengan Kepentingan Masyarakat
Proses produksi sering sekali menyebabkan venturan kepentingan (masyarakat dengan perusahaan). Terjadi pada berbagai tingkat perusahaan (bear, menengah maupun kecil). Benturan ini terjadi karena kerap kali perusahaan menimbulkan polusi (udara, air limbah, suara bahkan mental kejiwaan).

Dorongan tanggung jawab sosial
Klasifikasi masalah sosial yang mendorong pelaksanaan tanggung jawab sosial pada sebuah bisnis salah satunya adalah pada Penerapan Manajemen Orientasi Kemanusiaan.

Manfaat penerapan manajemen orientasi kemanusiaan
Penerapan manajemen akan menimbulkan hubungan yang serasi, selaras, dan seimbang antara pelaku bisnis dan dari pihak luar. Manfaat tersebut adalah, sebagai berikut :
a. Peningkatan modal kerja karyawan yang berakibat membaiknya semangat dan produktivitas kerja.
b. Adanya partisipasi bawahan dan timbulnya rasa ikut memiliki sehingga tercipta kondisi manajemen parsitipatif.
c. Penurunan absen karyawan yang disebabkan kenyamanan kerja sebagai hasil hubungan kerja yang menyenangkan dan baik.
d. Peningkatan mutu produksi yang diakibatkan oleh terbentuknya rasa percaya diri karyawan.
e. Kepercayaan konsumen yang meningkat dan merupakan modal dasar bagi perkembangan selanjutnya dari perusahaan.

Etika Bisnis
Merupakan penerapan secara langsung tanggung jawab sosial suatu bisnis yang timbul dari dalam perusahaan itu sendiri. Etika pergaulan dalam melaksakan bisnis disebut etika pergaulan bisnis.
Adapun etika pergaulan dalam bisnis abtara lain:

1. Hubungan antara bisnis dengan langganan/kosumen
Merupakan pergaulan antara konsumen dengan produsen dan paling banyak ditemui. Berikut beberapa contohnya :
•     Kemasan yang berbeda-beda menyulitkan kosumen untuk membandingkan harga terhadap produk
•     Kemasan membuat konsumen tidak dapat mengetahui isi didalamnya, sehingga diperluka penjelasan tentang isi serta kandungan yang terdapat dalam produk tersebut.
•     Promosi, terutama iklan merupakan gangguan etis tang paling utama.
•     Pemberian servis dan garansi sebagai bagian dari layanan purna jurnal.

2. Hubungan dengan karyawan
Bentuk hubungan ini meliputi : penerimaan ( recruitment ), latihan ( training ), promosi, transfer, demosi maupun pemberhenti ( termination ). Dimana semua bentuk hubungan tersebut harus dijalan secara objektif dan jujur.

3. Hubungan antara bisnis
Pemberian informasi hubungan yang terjadi diantara perusahhan, baik perusahaan kolega,pesaing,penyalur,grosir maupun distributornya.

4. Hubungan dengan investor
Pemberian informasi yang benar terhadap investor maupu calon investor merupakan bentuk hubungan ini. Sehingga dapat menghimdari pengambilan keputusan yang keliru.

5. Hubungan dengan lembaga-lembaga keuangan
Hubungan dengan lembaga keuangan, terutama jawatan pajak pada umumnya merupakan hubungan yang bersifat financial, berkaitan dengan penyusunan laporan keuangan. Pelaksanaan tanggung jawab social merupakan penerapan dan pelaksanaan kepedulian bisnis terhadap lingkungan serta mengikuti etika bisnis. Penerapan etika bisnis adalah maksud dari konsep stakcholder yang berlawan dengan konsep stockholder.


http://dwisetiati.wordpress.com/2010/12/20/tanggung-jawab-sosial-suatu-bisnis/

Rabu, 12 Oktober 2011

Tugas 3

Pengertian Perusahaan
Perusahaan adalah suatu badan yang didirikan oleh perorangan atau lembaga untuk melakukan kegiatan proses produksi barang atau jasa. Hal ini disebabkan karena ‘ kebutuhan ‘ manusia tidak bisa digunakan secara langsung dan harus melewati sebuah ‘ proses ‘ di suatu tempat, sehingga inti dari perusahaan ialah ‘ tempat melakukan proses ‘ sampai bisa langsung digunakan oleh manusia.
Perusahaan merupakan kesatuan teknis yang bertujuan menghasilkan barang atau jasa, tujuan lain dari perusahaan adalah untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal. Selain itu ada juga tujuan lain yang tidak kalah penting bagi perusahaan yaitu dapat terus bertahan (survive) dalam persaingan, berkembang (growth) serta dapat melakukan fungsi-fungsi sosial lainnya di masyarakat. Perusahaan juga disebut tempat berlangsungnya proses produksi yang menggabungkan faktor–faktor produksi untuk menghasilkan barang dan jasa. Orang atau lembaga yang melakukan usaha pada perusahaan disebut pengusaha, para pengusaha berusaha dibidang usaha yang beragam.

Pengertian Tempat dan Letak Perusahaan
Tempat dan letak perusahaan merupakan salah satu faktor pendukung penting yang dapat menjamin tercapainya tujuan perusahaan. Ketepatan pemilihan tempat dan letak perusahaan akan memberikan bantuan yang sangat berharga, baik dalam kaitannya dengan kemudahan-kemudahan yang diberikan maupun dalam kaitannya dengan efisiensi biaya produksi. Dengan demikian, letak dan tempat kedudukan perusahaan harus diputuskan dengan hati-hati atas dasar yang lengkap, ditinjau dari aspek ekonomi maupun aspek teknis. Disamping pertimbangan terhadap kebutuhan pada saat pendirian, pemilihan letak dan tempat kedudukan perusahaan harus pula mempertimbangkan fleksibilitas terhadap kemungkinan rencana di masa depan dalam hal perluasan pabrik, diversifikasi produksi, daerah pemasaran hasil produksi, perubahan dan perluasan bahan baku, dan sebagainya.


Tempat Kedudukan Perusahaan
Tempat kedudukan perusahaan merupakan kantor pusat perusahaan tersebut. Tempat kedudukan perusahaan pada umumnya dipengaruhi oleh faktor kelancaran hubungan dengan lembaga-lembaga lain, seperti lembaga pemerintah, lembaga keuangan, pelanggan, dan lembaga keamanan.

Letak Perusahaan
Letak perusahaan merupakan tempat perusahaan melakukan kegiatan fisik atau pabrik. Letak perusahaan dipengaruhi faktor ekonomi dan merupakan salah satu faktor penting yang menunjang efisiensi perusahaan terutama dalam kaitannya dengan biaya. Faktor-faktor yang mempengaruhi biaya antara lain:
  • Harga bahan mentah atau bahan pembantu
  • Tingkat upah buruh
  • Tanah
  • Pajak
  • Tingkat bunga
  • Biaya alat produksi tahan lama
  • Biaya atau jasa pihak ketiga

Perbedaan Tempat dan Letak Perusahaan
Tempat dan letak perusahaan merupakan hal yang berbeda antara satu dengan yang lain. Tempat perusahaan dapat disebut sebagai kantor pusat suatu perusahaan. Sedangkan letak perusahaan merupakan lokasi perusahaan melakukan kegiatan fisik atau yang biasa disebut pabrik.

Contoh_contoh Perusahaan
  1. PT ASTRA HONDA MOTOR Tbk
  2. PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA Tbk
  3. PT SEMEN GRESIK Tbk
  4. PT INDOFOOD SUKSES MAKMUR Tbk
  5. PT INDOSAT Tbk

Selasa, 11 Oktober 2011

Love = Waiting for a bus....

Cinta itu sama seperti orang yg sedang menunggu bis

Sebuah bis datang, dan kamu bilang,
"Wah..terlalu penuh, sumpek, bakalan nggak bisa duduk nyaman neh!

Aku tunggu bis berikutnya aja deh."

Kemudian, bis berikutnya datang.

Kamu melihatnya dan berkata,

Rabu, 28 September 2011

Tugas 2


Mengapa memilih jurusan akuntansi?

Setiap orang lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) pasti akan memilih melanjutkan pendidikannya ke Perguruan Tinggi karena lulusuan SMA tidak memiliki keahlian untuk bekerja. Tetapi apakah mereka memilih jurusan yang tepat dan sesuai dengan minatnya.
Saya sebagai lulusan SMA melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi dan saya memilih jurusan Ekonomi Akuntansi. Mengapa saya memilih jurusan Akuntansi? Saya memilih jurusan Ak
ntansi karena saya menyukai pelajaran Akuntansi dan yang berhubungan dengan hitung-menghitung. Akuntansi dapat juga digunakan dalam kehidupan manusia sehari-hari seperti dalam menghitung keuangan suatu usaha/bisnis. Lulusan Akuntansi memiliki peluang dan prospek kerja yang bagus dan menjanjikan bagi pelakunya. Dengan belajar Akuntansi saya dapat melatih tingkat ketelitian karena Akuntansi membutuhkan tingkat ketelitian yang tinggi dalam pengrjaanya.

Mengapa perlu belajar bisnis?

Bisnis berhubungan dengan Akuntansi karena pelaku bisnis dapat mengetahui apakah usaha yang dilakukannya memperoleh keuntungan atau sebaliknya. Dengan berbisnis kita dapat menciptakan lapangan pekerjaan sendiri sehingga dapat juga mengurangi tingkat pengangguran yang ada di masyarakat. dengan bisnis kita tidak perlu bekerja dengan orang lain karena kita bertindak sebagai pemimpin dalam usaha. Oleh karena itu bisnis juga dapat melatih jiwa kepemimpinan kita sebagai pebisnis.