Jumat, 03 Januari 2014

Tugas 5 - Bahasa Indonesia 2



Paragraf Generalisasi, Analogi, dan Sebab Akibat


Paragraf Generalisasi adalah paragraf yang isinya menarik kesimpulan berdasarkan data yang sesuai dengan fakta.
Paragraf generalisasi ini merupakan salah satu dari paragraf induktif dimana paragraf induktif ini disusun mengikuti pola penalaran induktif. Paragraf ini disusun dengan cara menguraikan beberapa kalimat penjelas yang berisi fakta, bukti, contoh, atau ilustrasi sebagai data empiris yang bersifat khusus pada awal paragraf dan diakhiri dengan kalimat utama sebagai kesimpulan yang bersifat khusus. Paragraf generalisasi ini disusun dengan cara menyajikan beberapa kalimat penjelas sebagai alasan bersifat khusus untuk diambil sebuah kesimpulan bersifat umum pada akhir paragraf sebagai kalimat utama.


Contoh:                                  
“Direktur Utama PT.KOMPUTER JAYA Mustafa Abubakar memperkirakan bahwa kekurangan komponen IC di sejumlah daerah tidak akan mengganggu stok komponen IC nasional. Bahkan, rencana impor 2007 akan diundur untuk 2008 karena produksi komponen IC dalam negeri dalam beberapa bulan mendatang mencukupi. Mustafa menjelaskan bahwa stok komponen IC per Juli 2012 sebanyak 1,63 juta komponen cukup untuk kebutuhan mahasiswa selama 7 bulan. Rencana pengadaan 1,8 juta komponen tahun ini sudah terpenuhi 1,53 juta komponen dari pembuatan pabrik. Impor komponen IC 2012 diperkirakan hanya 1,3 juta komponen, lebih sedikit 200.000 komponen dari rencana impor tahun 2012. Dengan demikian, cadangan komponen nasional masih dapat mencukupi kebutuhan mahasiswa dan tidak perlu dikhawatirkan sampai akhir 2012 “

Paragraf Analogi adalah penalaran dengan cara membandingkan dua hal yang banyak menandung persamaan. Dengan kesamaan tersebut dapatlah ditarik kesimpulannya. Paragraf analogi ini merupakan bagian paragraf induktif.

Contoh:
“Perubahan alam semesta yang mengembang dapat dijelaskan dan disimpulkan dari apa yang terjadi pada komputer yang tersambung ke WIFI. Sebelumnya, komputer itu di koneksikan. Ketika komputer terkoneksi, jaringan pada pada komputer tersebut akan berubah. Semakin banyak jaringan yang kita dapat maka akan semakin cepat prosses internet yang kita sedang jalankan.”

Paragraf Sebab Akibat adalah paragraf yang pernyataan menjadi sebab didahulukan kemudian diikuti akibat yang ditimbulkannya. Paragraf sebab akibat ini dikembangakn dengan proses berfikir kausatif. Proses berfikir ini menyatakan bahwa suatu sebab akan emnimbulkan akibat. Sebab menjadi ide pokok dan akibat menjadi ide penjelas. Hubungan sebab akibat ini dapat dibagi menjadi beberapa macam, yaitu: satu sebab menimbulkan satu akibat, satu sebab menimbulkan banyak akibat, serta sebab akibat berantai.

Contoh:
“Komputer / laptop tidak dapat dipisahkan dari manusia,karena barang tersebut sangat membantu manusia dalam menyelesaikan pekerjaan,namun manusia jadi sangat tergantung dengan komputer / laptop.”


sumber: barazite91.wordpress.com/2012/06/17/contoh-paragraf-generalisasianalogi-dan-sebab-akibat/ (4 Jan 2014)

Perkembangan Marketing Di Indonesia

Marketing merupakan turunan dari ilmu ekonomi. Di Indonesia ilmu marketing baru mulai diminati setelah masa Orde Baru. Kenapa? karena pada jaman Soeharto masih banyak perusahaan yang menganggap bahwa hal yang terpenting dalam bisnis pada saat itu adalah networking, hal tersebut sangatlah wajar jika kita melihat pada masa itu seluruh pergerakan bisnis di atur ketat oleh pemerintahan. Oleh karena itu kemajuan perusahaan hanya ditentukan dari seberapa hebat perusahaan melakukan loby kepada pemerintah, akibatnya   hanya ada beberapa perusahaan tumbuh menjadi besar dan menjadi konglomerasi karena menguasai industri dari hulu sampai hilir. Untungnya saja hal tersebut tidak bertahan hingga saat ini. Perkembangan Marketing mulai dari Rational /Intellectual Marketing, Emotional Marketing sampai Spiritual Marketing.
Rational Marketing, mengasumsikan manusia sebagai mahluk yang logis dimana mereka memilih produk berdasarkan hitung-hitungan manfaat fungsional seperti kualitas produk, harga teknologi, dan nilai purna jual. Kebutuhan dan keinginan yang bersifat fungsional inilah yang coba dipuaskan pemasar melalui produk-produknya. Strategi yang perlu dilakukan untuk menggunakan rational marketing adalah:
·         Perlu dipahami tujuan marketing adalah memberikan kepuasan kepada stakeholder kita secara seimbang (pelanggan, karyawan dan pemegang saham).
·         Kedua membangun strategi marketingnya dari sudut pandang marketer yang perlu dianalisis berdasarkan Analisis Perubahan (Change), Analisis Pesaing (Competitor), Analisis Pelanggan (Customer) dan Analisis kondisi Internal perusahaan (Company).
·         Ketiga analisis lingkungan bisnis, setelah tahap kedua marketer perlu merancang Market-Ing (Pasar) yng terdiri dari Strategy, Tactic dan Values. Didalam Strategy, pemasar harus menentukan Segmentation, Targeting dan Positioning pada produknya. Didalam Tactic, pemasar harus menemukan diferensiasi, menyusun marketing mix dan merancang taktik selling. terakhir dalam value, pemasar harus menciptakan Brand, membangun service dan mengelola process.
·         Keempat, pemasar harus membangun Sustainability bisnisnya. Caranya melakukan Political change, technical change, dan Cultural change. Tiga perubahaan ini yang harus disesuaikan dengan perkembangan daur hidup perusahaan-perusahaan berada pada fase emergent, rational atau constrained.
·         Kelima, perusahaan harus mengelola Enterprises (Inspiration, Culture dan Institution). Kesuksesan perusahaan (Enterprises) harus mempunya tiga komponen. Yaitu perusahaan yang memiliki impian (Dream) yang menjadi sumber Inspiration. Kedua perusahaan harus memiliki kepribadian yang kuat untuk menyatukan individu (Culture). Ketiga perusahaan harus bisa mengelola aktivitas organisasi (institution) secara efektif dan efisien.
Emotional Marketing, muncul akibat desakan globalisasi dunia dalam menggunakan teknologi. Penggunaan teknologi tersebut semakin memudahkan manusia untuk mengekspresikan emosinya, semakin mempercepat arus informasi dan pengetahuan. akibatnya informasi jelek maupun baik sangat cepat tersebar, hal tersebut yang sangat mudah merubah hati konsumen. strategi marketing yang dapat dilakukan dalam emotional marketing biasa disebut Value Creating Business. Value creating business tersebutlah yang dijelaskan lebih lanjut pada Marketing in venus. Dimana markerter membagi strategi  Value Creating Business menjadi 3 bagian yaitu: Business Landscape, Value Creating Strategy, dan Tactic.
Spiritual Marketing, kalau functional lebih memberikan gambaran tentang manfaat yang dapat dirasakan oleh customer, emotional lebih membangun produk pada benak customer. Sedangkan Spiritual Marketing lebih kearah bagaimana memenangkan hati pelanggan dengan memberikan pengalaman baru dan sensai baru dalam mengkonsumsi. Oleh karena itu ada unsur pendukung seperti service dan experience yang menarik customernya. Hal tersebut dapat dilihat dari keberhasilan Starbucks berhasil menarik para konsumen.
Dengan begitu para pengusaha apapun pada saat ini harus bias memanfaatkan peluang sekecil apapun kalau tidak mau tertinggal . “LEBIH BAIK MEMULAI DENGAN KEGAGALAN DARI PADA MENCEMOOH ORANG KARNA KGAGALAN “

Analisis : 
Tulisan diatas menjelaskan Perkembangan Marketing di mulai dari Rational /Intellectual Marketing, Emotional Marketing sampai Spiritual Marketing. Semua perkembangan marketing dijelaskan secara detail perbedaannya. Tulisan diatas cukup baik dan menarik untuk dibaca agar kita mengetahui tentang sejarah perkembangansebuah marketing.

Peluang Ekonomi Indonesia Tahun 2014



Ekonomi RI Tahun 2014 Akan Sama Seperti Tahun 2004 dan Tahun 2009
Pemerintah tetap optimis bahwa ekonomi Indonesia akan mampu tumbuh meski berbagai kalangan ekonom dan lembaga internasional memproyeksikan perekonomian Indonesia akan mengalami perlambatan pada tahun politik 2014.
Dana Moneter Internasional (International Moneter Fund/IMF), Bank Dunia, dan Bank Pembangunan Asia (Asian Depelopment Bank/ADB), pada Juni 2013, memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia di kisaran 6,2 - 6,6 persen. Namun, pada Oktober lalu terjadi revisi ke bawah 5,5 - 5,8 persen.
World Bank atau Bank Dunia memprediksikan pertumbuhan PDB ekonomi Indonesia pada 2014 hanya akan berada dalam kisaran angka 5,3 persen atau turun dari 5,6 persen pada 2013.
Ekonom Bank Dunia untuk Indonesia, Ndiame Diop beralasan, melambatnya pertumbuhan ekonomi ini diakibatkan menurunnya investasi di bidang manufaktur dan mesin yang hanya tumbuh 4,5 persen.
“Tetapi angka tersebut masih cukup solid dan Indonesia masih menjadi negara investasi yang sangat menarik,” ujar Diop di Kantor Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Jakarta, Senin 16 Desember 2013.
Diop menambahkan, defisit neraca berjalan pada 2014 dari sebelumnya USD 31 miliar menjadi USD 23 miliar atau 2,6 persen dari PDB yang disebabkan melemahnya impor dan permintaan ekspor yang meningkat.
Menanggapi proyeksi lembaga tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Hatta Rajasa tidak sepakat dengan pernyataan Bank Dunia yang memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2014 hanya 5,3 persen.
Hatta mengaku tetap optimis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun depan akan mencapai range 5,6 persen sampai 5,8 persen dengan asumsi perekonomian dunia akan lebih baik.
Menurut Hatta, pertumbuhan tahun ini cukup baik di situasi sekarang. Kalau kita lihat ekonomi dunia relatif sedikit lebih baik tahun depan dibanding 2013, mestinya kita tak lebih buruk dari pada 2013,” ujar Hatta di kantornya, Jakarta, Selasa (17/12/2013).
Hatta mengingatkan agar defisit neraca berjalan tetap dijaga dan diwaspadai karena menyangkut sentimen pasar terhadap perekonomian Indonesia. “Ini sebabnya kita gulirkan paket kebijakan dalam rangka memperbaiki persepsi pasar terhadap rupiah kita,” ujarnya.
Dia juga menjelaskan, walaupun tidak mematok pertumbuhan ekonomi relatif tinggi pada 2014, namun pertumbuhan tidak boleh dipatok terlalu rendah.
Sementara Staff Ahli Presiden bidang Ekonomi dan Pembangunan, Firmansyah menilai, faktor dari luar seperti membaiknya ekonomi Amerika Serikat (AS) bisa menjadi alasan bagi Reserve Federal (The Fed) untuk segera menarik stimulus moneter (tapering off), yang dikhawatirkan dapat memicu gejolak di pasar keuangan berupacapital outflow. Sementara situasi di dalam negeri juga memasuki era Pemilu 2014, yang dapat mempengaruhi perkembangan perekonomian.
“Terlepas dari itu semua, tak ada yang tahu secara pasti kondisi perekonomian tahun depan. Ada peluang terbentang, ada juga tantangan yang menghadang. Tinggal bagaimana menjawab tantangan itu semua agar perekonomian nasional bisa tumbuh sesuai harapan,” ujarnya di acara Roundtable Discussion “Tantangan Dunia Bisnis di Tahun Politik 2014″ yang digelar Koran Sindo di Gedung Sindo, Jl Wahid Hasyim, Jakarta, Selasa (17/12/2013).
Firmansyah optimis ekonomi Indonesia mampu tumbuh di 2014 lantaran kondisi ekonomi 2013 mirip dengan gejala 2008, setahun menjelang Pemilu 2009 yang juga terjadi guncangan ekonomi. Namun terbukti Indonesia mampu melewatinya dengan baik.
“Gejala yang terjadi saat ini sama persis dengan 2008 setahun sebelum Pemilu 2009, hanya defisit transaksi berjalannya saja yang berbeda. Namun saya optimis kita mampu melewatinya dengan baik,” yakinnya. Di kesempatan yang sama, Kepala Riset MNC Securities, Edwin Sebayang justru menyamakan situasi 2014 akan seperti keadaan tahun Pemilu 2004 dimana calon presiden belum bisa diprediksi kalangan pelaku ekonomi.
“Di 2009, pasar yakin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan terpilih lagi. Kita melihatnya tidak ada saingan berarti bagi SBY saat itu. Sehingga, pasar bisa menentukan sikap waktu itu. Namun pada 2004, pasar sama sekali tidak bisa memprediksi siapa yang akan jadi pemimpin, sehingga situasi pasar sangat mudah terpengaruh berbagai isu yang ada,” jelas Edwin.

Analisis:                                                        
Pada tulisan tersebut dijelaskan bahwa pemerintah tetap optimis bahwa ekonomi Indonesia akan mampu tumbuh meski berbagai kalangan ekonom dan lembaga internasional memproyeksikan perekonomian Indonesia akan mengalami perlambatan pada tahun politik 2014. Tulisan diatas juga diperjelas dengan menambahkan pendapat dari beberapa orang penting di Indonesia. Salah satunya Hatta yang mengaku tetap optimis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun depan akan mencapai range 5,6 persen sampai 5,8 persen dengan asumsi perekonomian dunia akan lebih baik.

sumber:

(25 Desember 2013)

Masih Bisa Untungkah Investasi Saham Tahun Depan?


Investasi saham tahun depan diproyeksi bakal bisa positif mengekor pada kondisi perekonomian yang juga diperkirakan bisa lebih baik dibanding tahun ini.
Ketidakpastian soal pengurangan stimulus oleh Bank Sentral Amerika Serikat (AS) The Fed telah berakhir. Hal ini menjadi sentimen positif pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Namun, apakah investasi saham di tahun depan bakal mencetak untung?
"Tergantung kondisi makro. Tapi IHSG tahun depan tidak akan terlalu fluktuatif, jadi investasi di saham masih bisa positif," ujar Kepala Riset Trust Securities Reza Priyambada saat dihubungi detikFinance di Jakarta, Selasa (24/12/2013).
Dia menjelaskan, pergerakan IHSG tahun depan diperkirakan bakal lebih baik dengan catatan kondisi ekonomi makro membaik, seperti nilai tukar rupiah stabil, dan pemerintah mampu menekan angka defisit neraca transaksi berjalan.
"Ekonomi makro sangat menentukan pergerakan indeks saham kita," kata Reza.
Dia mencontohkan, untuk investasi reksa dana saham, meskipun tahun ini mencatatkan rapor merah hingga minus 3-4%, namun di tahun depan reksa dana saham diramalkan bakal mencetak return positif.
"Reksa dana saham tahun ini minus 3-4%, tahun depan berharap lebih baik, minimal bisa positif 2-3%," ujar dia
Reksa dana campuran pun masih membukukan kinerja negatif. Reza menyebutkan, rata-rata kinerja reksa dana jenis ini minus 1,5% di tahun ini. Faktor ekonomi makro ternyata masih jadi penyebabnya.
"Tahun depan kemungkinan bisa positif 2-3%," kata dia.
Kinerja reksa dana pendapatan tetap lebih melorot. Kata Reza, reksa dana dengan acuan obligasi ini mencatatkan minus hingga 4,5% tahun ini. Harga obligasi yang terus jatuh membuat kinerja reksa dana jenis ini ikutan negatif.
"Tahun depan masih akan recovery terutama karena harga obligasi belum membaik," cetusnya.
Namun, masih ada yang mencatatkan kinerja positif yaitu reksa dana pasar uang. Menurut Reza, reksa dana jenis ini mencatatkan kinerja positif 6-6,5% di tahun ini.
"Tahun depan nggak akan jauh beda, mungkin bisa bergerak ke angka 6-7%," pungkasnya.

Analisis :
Tulisan diatas berhubungan dengan investasi saham di tahun depan apakah akan menguntungkan atau tidak. Menurut tulisan diatas bahwa Investasi saham tahun depan diproyeksi bakal bisa positif mengekor pada kondisi perekonomian yang juga diperkirakan bisa lebih baik dibanding tahun ini.Kepala Riset Trust Securities juga berpendapat bahwa menguntungkan atau tidaknya itu tergantung pada kondisi makro. Tapi IHSG tahun depan tidak akan terlalu fluktuatif, jadi investasi di saham masih bisa positif. Ekonomi makro lah yang sangat menentukan pergerakan indeks saham.

sumber: