Rabu, 13 November 2013

Inflasi Oktober Cuma 0,09%


Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indeks Harga Konsumen (IHK) Oktober 2013 mengalami inflasi sebesar 0,09 persen. Angka ini naik setelah sebelumnya mengalami deflasi sebesar 0,35 persen di September 2013.

Kepala BPS Suryamin menguraikan, inflasi tahun kalender berada sekira 7,66 persen dan inflasi secara year-on-year (yoy) berada di level 8,32 persen. Sementara itu, inflasi inti secara yoy adalah sebesar 4,73 persen, dan untuk inflasi inti pada Oktober mencapai 0,34 persen.

"Ini lebih rendah dibanding tahun lalu. Dari tahun ke tahun di Oktober ini tergolong yang terendah, kecuali Oktober 2012 yang terjadi deflasi," tutur Suryamin, saat Konferensi Pers di Kantor BPS, Jakarta, Jumat (1/11/2013).

Suryamin melanjutkan, tercatat ada 39 kota yang mengalami inflasi dan 27 kota yang deflasi. Inflasi tertinggi, lanjut Suryamin, terjadi di Kota Sibolga sebesar 1,25 persen dan Kota Samarinda sebesar 0,04 persen. Sedangkan deflasi terendah terjadi di Kota  Ambon sebesar 3,82 persen.

"Di Sibolga terjadi inflasi karena dipicu oleh harga cabai merah. Sedangkan deflasi di Ambon terjadi karena turunnya harga sayur dan ikan segar," pungkasnya.

Analisa:  Tulisan diatas bersifat informasi, yaitu tentang inflasi yang terjadi di bulan Oktober. Menurut BPS pada Oktober 2013 IHK mengalami inflasi sebesar 0,09 persen. Pada tulisan diatas juga dijelaskan secara jelas dan lengkap oleh Kepala BPS Suryamin tentang inflasi yang  terjadi di Indonesia. Tercatat ada 39 kota yang mengalami inflasi dan 27 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Sibolga dan Samarinda yaitu sebesar 0,04 persen. Sibolga terjadi inflasi karena dipicu oleh harga cabai merah. Sedangkan deflasi terendah terjadi di kota Ambon sebesar 3,82 persen yang terjadi karena turunnya harga sayur dan ikan segar.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar